Beranda > Informasi >
Gerbangdutas: Sinergi Kemkominfo Untuk Telekomunikasi Perbatasan

Admin 15 Mar 2017 18:22

Memanasnya isu pencaplokan budaya dan wilayah di perbatasan Indonesia membuat pemerintah pada tahun 2015 mencanangkan Gerakan pembangunan Terpadu Perbatasan (Gerbangdutas). Program Gerbangdutas yang digawangi oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kementerian Dalam Negeri bernilai strategis. Selain untuk menegakkan kedaulatan Negara, Gerbangdutas juga bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan daya saing masyarakat dipinggiran Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto saat melakukan kujungan kerja pencanangan Gerbangdutas di Natuna (Rabu, 8/3-2017) mengajak Kementerian dibawah koordinasinya menggalakan pembangunan di daerah perbatasan. Wiranto menilai pembangunan dan pengelolaan Gerbangdutas oleh pemerintah akan memberikan pemerataan pembangunan di Indonesia. Wiranto lebih lanjut menyatakan perlu ada Perencanaan dan sinkronisasi program antar kementerian/lembaga pemerintah guna mempercepat terurainya kesenjangan antara perbatasan dan perkotaan.

““Pelaksanaan pembangunan wilayah perbatasan juga berorientasi pada tiga konsep. Pertama, masuk pada konsep pertahananan wilayah. Kedua, masuk pada konsep pemerataan kesejahteraan masyarakat dan ketiga, masuk dalam konsep pelesterian lingkungan,” ujar Menkopolhukam.

Kunjungan Kerja Menkopolhukam di Natuna didampingi  Menkominfo, Menhan, Menhub, MenPUPR, dan Mendagri serta unsur lembaga lainnya yang diwakili Pemprov Kepulauan Riau dan Pemkab Natuna. Rombongan diagendakan meninjau kemajuan proyek yang diinisiasi oleh kementerian di bawah koordinasi Menkopolhukam. Salah satu proyek yang dikunjungi oleh Menkopolhukam dan rombongan Pembangunan Network Operation Center (NOC) Palapa Ring Paket Barat yang menjadi salah satu program prioritas Gerbangdutas yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Menteri Komunikasi dan Informatika (menkominfo), Rudiantara dalam kesempatan tersebut memaparkan perkembangan dan manfaat  proyek Palapa Ring Paket Barat bagi telekomunikasi nasional secara umum dan khusunya bagi masyarakat Natuna. Lebih lanjut Rudiantara menjawab keluhan Pemda Natuna terkait konektivitas yang masih lemah.

”Palapa Ring Paket Barat yang salah satunya ada di Natuna, pembangunannya telah mencapai 60%. Apabila sudah bisa dioperasikan, nantinya jaringan di Natuna akan kurang lebih sama dengan di Batam,”  ujar Menkominfo.

Menkominfo mengatakan optimis penggelaran kabel fiber optic nasional (Palapa Ring) rampung dan bisa dimanfaatkan pada tahun 2019.

 


PENGUMUMAN TERBARU




Berita Terkini




Siaran Pers




Laporan Tahunan